Kanker Pankreas

Kanker pankreas ini lebih sering kali sukar untuk menentukan diagnosisinya pada stadium awal. Mereka yang diperkirakan mengidap penyakit ini sering mengalami sakit yang muncul seperti sakit perut yang berupa adanya rasa mual atau rasa mau muntah. Pengamatan secara fisik juga sulit ditentukan, biasanya juga tidak normal. Penderita kanker pankreas ini biasanya ditandai oleh demam yang tinggi, berat badan jauh merosot dan kadang-kadang sampai ke punggung. Saat itu juga nafsu makan jauh berkurang dan berbaring juga sering kali terasa sakit.

Kanker pankreas ini sulit diprediksi secara pasti, karena penyebab itu tidak bisa merupakan komulatif atau gabungan dari sederetan faktor genetika dan lingkungan hidup. Namun yang pasti penyebab kanker umumnya bisa saja disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan, atau virus, perilaku, kekebalan tubuh atau faktor makanan. Seperti faktor keturunan, disebut juga dengan faktor genetic, yang kemungkinan anggota keluarga terdekat pernah menderita penyakit kanker ini bila dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya. Demikian pula faktor lingkungan, seperti suka merokok dan minum alkohol yang dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit kanker. Sinar radiasi dapat juga sebagau penyebab munculnya kanker pankreas ini. Mereka yang sering kali berdiri di depan sinar ultraviolet bisa lebih rentan dibandingkan mereka yang lebih jarang.

Penyebab virus atau infeksi ditengarai juga bisa menyebabkan seseorang diserang oleh penyakit kanker pankreas ini, seperti juga penderita yang terkena infeksi oleh Cionorchis dapat menyebabkan munculnya kanker pankreas dan saluran empedu. Kadang-kadang faktor perilaku yang tidak baik dapat memicu munculnya jenis kanker ini, seperti mereka yang doyan merokok atau mengonsumsi makanan yang seringkaqli bercampur soda dan alkohol serta mengandung berbagai macam gas dan elektrolit.

Seperti tadi sudah diseburtkan bahwa pada stadium awal, munculnya jenis kanker pankreas amat sukar dipastikan baik oleh sang dokter ahli sekalipun. Namun ada tidaknya jenis kanker pankreas ini telah menyerang seseorang penderita dapat juga diperhatikan gejala-gejala yang muncul. Penderita kanker pankreas ini biasanya menunjukkan gejala-gejala seperti demam yang tinggi, berat badan merosot dan tubuh kurus,  sakit perut bila kanker sudah menyebar, sakit ini terutama pada bagian atas, yang kadang-kadang sampai ke punggung. Demikian pula nafsu makan yang semakin berkurang dan kakdang-kadang dibawa tidur pulas pun terasa tidak nyaman.

Penderita juga sering merasa mual, kehilangan nafsu makan dan terasa lelah. Karena kanker ini bisa berhubngan dengan pembuangan pada empedu cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati ke dalam usus kecil, akan terjadi juga perubahan warna pada kulit atau mata akan berwarna putih pada bagian hitamnya. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan cairan empedu yang biasanya merupakan gejala awal.

Posted in Kanker Pankreas | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Pankreas Adalah

Perkiraan jumlah kasus baru kanker pankreas yang dilaporkan pada tahun 1993 adalah 27.000 yang akan mengakibatkan 25.900 kematian. Kanker pankreas menunjukkan 3% dari kanker yang terdiagnosis dan 5% dari kematian kanker pada wanita dan 2% dari kanker terdiagnosis serta 4% kematian pada pria. Kanker pankreas adalah kanker GI yang paling umum kedua dan keempat yang menimbulkan penyebab kematian kanker di Amerika Serikat.

90% kanker ke pankreas timbul dari kelenjar eksokrin. Adenokarsinoma duktus berjumlah 80% dari semua kanker pankreas. Tipe yang kurang umum biasnaya meliputi karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel raksasa, dan karsinosarkoma. Mayoritas karsinoma terjadi pada kelenjar proksimal yang meliputi kepala, leher dan tonjolan pankreas. 20% terjadi pada badan pankreas dan 5-10% pada ekor pankreas.

Di Indonesia memang jarang ditemui penyakit kanker pankreas. Penyebab dari kanker pankreas tidak diketahui, tetapi kanker pankreas tersebut dapat berasal dari sel eksokrin atau endokrin. Kanker sel eksokrin di duktus pankreatikus kecil merupakan jenis yang sering terjadi dan menyebabakn penyumbatan duktus. Tumor ini biasanya menembus pankreas dan mengintai jaringan di sekitarnya. Meatstasis yang cepat melalui vena aorta atau pembuluh limfe sering terjadi.

Orang yang terkena kanker pankreas umumnya menunjukkan gejala klinis seperti :

1. Penurunan berat badan
2. Rasa nyeri
3. Anoreksia (tidak menstruasi pada wanita)
4. Timbul rasa mual
5. Rasa ingin muntah
6. Diare
7. Ikterus
8. Organ hati serasa dapat diraba
9. Kelenjar empedu dapat diraba

Untuk menentukan stadium pada kanker pankreas diperlukan suatu pemeriksaan dengan USG atau CT scan untuk menentukan stadium kanker pankreas. Dengan CT dapat menunjukka massa pada pankreas, keterlibatan hati atau duktus empedu, asites dan adanya metastasis.

Kebanyakan penderita kanker pankreas terjadi pada usia sekitar 40-60 tahun keatas di mana pankreas mengalami penuruan fungsi akibat dari akumulasi panganan terhadap makanan yang banyak mengandung gula. Pankreas yang memproduksi insulin ini sebenarnya memiliki fungsi sebagai pengendali dari kadar gula yang masuk ke dalam tubuh.

Seseorang yang mengalami kanker pankreas dan masuk dalam stadium lanjut yang menyebabkan ikterus, nyeri hebat dan penuruan berat badan yang drastis. Metastasis ke otak dan paru sering terjadi. Angka kematian mendekati 100% dalam waktu kurang dari 5 tahun.

Mereka yang menderita kanker pankreas stadium lanjut mungkin akan dilakukan operasi kuratif. Operasi kanker pankreas ini memiliki angka ketahanan hidup hingga 5 tahun namun hanya 15 % saja mereka yang mampu bertahan usia melakukan operasi kanker pankreas.

Posted in Kanker Pankreas | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Stadium Kanker Pankreas

Kanker pankreas sebenarnya merupakan jenis kanker yang jarang. The American Cancer Society memperkirakan, penyakit itu terdiagnosis pada 230.000 orang per tahun di seluruh dunia, 37.000 kasus di antaranya terjadi di Amerika Serikat.

Pankreas berfungsi memproduksi getah pankreas yang mengandung enzim tripsin, amilase, dan lipase untuk membantu memecah protein, karbohidrat dan lemak dari makanan. Getah ini dialirkan ke usus dua belas jari. Pankreas juga menghasilkan insulin serta sejumlah hormon yang membantu tubuh dalam menggunakan dan menyimpan energi dari makanan.

Adapun tumor adalah pertumbuhan tak terkontrol dari sel pada organ terkait. Tumor pada pankreas ada yang jinak (kista) dan ada yang ganas (kanker). Tumor jinak biasanya tidak membahayakan jiwa, dapat dioperasi dan dibuang, tidak menyebar (metastasis) ke bagian lain tubuh. Adapun kanker bisa berbahaya bagi jiwa, dapat dibuang, tetapi biasanya tumbuh lagi, menginvasi dan merusak jaringan organ tubuh di sekitarnya, serta menyebar ke bagian lain tubuh. Selain itu, juga menyebabkan penimbunan cairan di rongga perut (ascites).

Pada awal pertumbuhan kanker pankreas biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Karena itu, penyakit tersebut sering disebut ”pembunuh diam-diam”. Biasanya, demikian Aru, gejala dirasakan setelah stadium lanjut, yaitu stadium III atau IV. Antara lain, warna kuning (jaundice), baik pada kulit, bola mata, tinja, maupun air kencing. Gejala lain, nyeri di ulu hati, hal ini sering menyebab- kan kanker makin terlambat diatasi karena semula dikira radang lambung (mag). Mual, muntah, lesu, mudah lelah, kehilangan nafsu makan, dan berat badan turun merupakan gejala umum yang menandai kanker tersebut.

1. Sakit perut adalah salah satu gejala dari kanker pankreas stadium awal, sering dijumpai pada kanker bagian tubuh pankreas dan kanker ekor pankreas, terletak pada bagian atas rongga perut, seputar pusar atau perut bagian kanan atas, sakitnya melilit, pada saat duduk berbaring atau malam hari rasa sakit akan bertambah, bila duduk, berdiri dan badan miring ke depan atau berjalan rasa sakitnya bisa berkurang.

2. Kurang lebih 90% dari jumlah pasien mengalami penurunan berat badan dengan cepat dan nyata.

3. Pada suatu tahap tertentu dalam proses perkembangan penyakit akan dijumpai adanya penyakit kuning, pada umumnya sebagian besar penyakit kuning dijumpai pada kanker kepala pankreas dan muncul dimasa awal, tumor yang hanya terdapat pada tubuh dan ekor pankreas kebanyakan tidak dijumpai penyakit kuning. Penyakit kuning kebanyakan bersifat obstruktif, prosesnya bersifat semakin berat, disertai dengan gejala kulit gatal dan gejala lainnya.

4. Sering terjadi lemas dan kehilangan nafsu makan, disertai dengan diare, sembelit, kembung, mual dan gejala gastrointestinal lainnya, sebagian pasien timbul gejala diare lemak dan kadar gula tinggi, kencing manis.

Stadium I, jika tumor baru di pankreas. Stadium II, jika tumor sudah menginvasi jaringan di sekitarnya, tetapi bukan pembuluh darah, serta menyebar ke kelenjar getah bening. Stadium III, tumor sudah menginvasi pembuluh darah di dekat pankreas. Adapun stadium IV, jika kanker sudah menyebar ke organ tubuh relatif jauh, misalnya hati atau paru.

Pemeriksaan dilakukan lewat tes darah dan laboratorium, pemeriksaan fisik, CT scan, ultrasonografi, endoskopi, MRI, serta biopsi (pengambilan jaringan dengan jarum halus).

Posted in Kanker Pankreas | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gangguan Pankreas

Pankreas adalah sejenis kelenjar yang terletak di belakang lambung dalam saluran pencernaan. Pankreas ini bertugas untuk menghasilkan enzim-enzim pencernaan, elektrolit dan berbagai hormon lainnya seperti insulin. Enzim pencernaan yang diproduksi pankreas seperti amalase dan lipase umumnya dikeluarkan dalam bentuk tidak aktif kemudian olhe usus halus digerakakan kembali.

Namun karena beberapa hal enzim-enzim tadi berubah menjadi akatif yang bekeraj di dalam pankreas. Dengan demikian kelenjar pankreas menjadi tercemar oleh enzim-enzim tersebut. Akibatnya pankreas meradang. Meradangnya pankreas ini yang menyebabkan terjadinya gangguan pankreas. Gangguan pankreas seperti ini sering pula disebut pankreatitis.

Penyebab gangguan pankreas

Sebagai penyebab terjadinya gangguan pankreas atau pankreatitis ini adalah karena adanya penyakit yang menyerang batu empedu, ulah alkohol, infeksi virus dan beberpa pemicu virus hepatitis atau virus penyait gendong dan rasa trauma pada perut. Gangguan pankreas ini bisa pula timbul karena pemindahan kelenjar pankreas atau kantong empedu dan dapat pula diakibatkan oleh beberapa jenis obat tertentu seperti estrogen, kortikolesterol atau obat diuretic lainnya.

Gangguan pankreas ini bisa akut atau kronis, hal itu tergantung dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium. Dengan demikian dokter yang memang ahli di bidang itu memastikan bahwa penyakit itu adalah gangguan pankreas atau pankreatitis. Dengan demikian pemeriksaan hanya dapat dilakukan dengan mengikutsertakan pihak unsur laboratorium klinik dan tidak mungkin hanya dengan melihat luarnya saja. Sebab penyakit itu berada di dalam pencernaan bukan di luar seperti penyakit kulit yang mudah dilihat dengan mata telanjang.

Seorang dokter ahli di smaping memeriksa hasil pemeriksaan dari laboratorium tadi, bisa pula melihat penyakit tersebut dari gejala-gejala yang timbul. Biasanya gangguan yang menonjol dari penyakit ini adalah rasa  nyeri di sekitar perut serta mual dan muntah-muntah. Namuna ras ayang tidak nyaman itu juga belum tentu karena gangguan ankreas. Banyak jenis penyakt lain juga memperlihatkan gejala yang sama. Cuma karena lokasi gejala itu berada di belakang lambung dab nyeri itu juga kadang mirip dengan gejala sakit maag (tukak lambung), dokter juga masih ragu, apakah itu gejala sakit maag atau gejala gangguan pankreas.

Tetapi karena muntah yang terjadi begitu hebat menyebabkan penderita cepat kekurangan cairan tubuh, tekanan darah turun dan denyut jantung bergerak cepat, sang dokter mulai curiga bahwa gejala itu bukan gejala maag biasa. Dokter akhirnya memastikan bahwa penderita tengah mengidap penyakit gangguan pankreas kronik. Jenis gangguan pankreas kronis antara lain berbeda dengan gangguan pankreas akut. Pada gangguan pankreas kronis sering terjadi rasa nyeri perut yang berulang atau rasa nyeri perut yang agak menetap dalam jangka waktu yang juga agak lama. Disamping hal itu karena fungsi pankreas terganggu. Produksi hormon insulin juga tidak berjalan normal lagi, sehingga penderita cenderung juga mengalami penyakit diabetes. Pada pemeriksaan yang dilakukan laboratorium ternyata secara nyata juga tidak ada peningkatan produksi amilase dan lipase.

Posted in Kanker Pankreas | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Pankreas

Penyakit kanker pankreas adalah penyebab utama keempat kematian akibat kanker di Amerika Serikat dan terjadi paling sering pada kehidupan usia enam peluhan dan tujuh puluhan tahun. Faktor-faktor resiko termasuk pemajanan terhadap insdustri kimia atauu toksin yang terdapat dilingkungan, diit tinggi lemak, dan perokok kretek. Resiko juga meningkat pada individu yang mengalami pancreatitis secara herediter, diabetes mellitus, dan pancreatitis kronis. Kanker mungkin timbul pada bagian mana saha dari pancreas, menghasilkan gejala-gejala  yang bervariasi, tergantung pada letak dan lesi dan apakah melibatkan sel-sel pulau langerhans pancreas yang berfungsi mensekresu insulin atau tidak. Tumor yang berasal dari kaput pancreas adalah tipe yang paling umum,  tumor sel islet yang berfungsi mensekresi insulin bertanggung jawab terhadap sindrom hiperinsulinisme. Pankreas juga dapat merupakan tempat metastatis dari tumor lain. Karsinoma pancreas mempunyai angka bertahan hidup kurang dari 5 tahun dari 60 kasus kanker yang diamati.

Manifestasi klinis dari penyakit kanker pankreas ini adalah :

  1. Penurunan berat badan, nyeri abdomen, dan ikterik merupakan tanda-tanda klasik dan dapat berkembang hanya jika penyakitnya sudah tahap lanjut.
  2. Penurunan berat badan yang cepat, banyak dan progresif.
  3. Nyeri abdomen atau nyeri abdomen bagian atas yang tidak jelas asalanya atau rasa tak nyaman yang tidak berhubungan dengan fungsi gastrointestinal manapun, menjalar sebagai nyeri boring pada punggung tengah, akan lebih menghebat pada malam hari, pembentukan asites adalah hal yang umum.
  4. Awitan gejala-gejala dari defisiensi insulin, glukosuria, hiperglikemia dan toleransi glukosa abnormal, diabetes mungkin merupakan tanda dini dari karsinoma.

Penyakit kanker pankreas tetap merupakan sumber utama mortalitas di Negara maju. Indsidensinya meningkat dan kini sebesar 9/100.000. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada pria dan orang Afrika –Karibia (50% lebih tinggi). Penyakit ini merupakan penyakit manula. Merokok dan diet tinggi lemak/daging merupakan faktir resiko yang penting. Sebagian besar tumor ganas pada pankreas adalah jenis adenokarsinoma. Kanker pankreas sulit dikenali karena pada stadium awal  hanya menimbulkan sedikit geala atau nonspesifik. Ikterus tanpa nyerinakibat obstruksi bilier merupakan gambaran utama tersering. Selanjutnya, terjadi penurunan berat badan, nyeri perut, diabetes, dan muntah( (akibat obstruksi duodenum) selain asites massif.

Kanker pankreas sangat sering ditemukan saat sudah dalam stadium lanjut dan kemungkinan sembut tidak ada. 905 dari semua pasien yang datang dengan karsinoma pankreas meninggal dunia dalam 1 tahun. Tidak ada faktor resiko khusus yang telah secara ringkas mengidentifikasi kanker pankreas. Dengan menghindari rokok dan melakukan diet seta dan seimbang akan menurunkan resiko potensia. Pemajanan kerja berkurang bila kewaspadaan keamanan dilakukan ketika bekerja dengan karsinogen yang diketahui.

Posted in Kanker Pankreas | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Kanker Pankreas

Perawatan kanker pancreas tergantung pada sejumlah faktor-faktor. Di antara ini faktor ini adalah tipe, ukuran dan luasnya tumor. Begitu juga umur serta kesehatan umum pasien memengaruhi perawatan kanker ini. Suatu rencana perawatan disesuaikan pada keperluan-keperluan setiap pasien.

Kanker pancreas dapat disembuhkan hanya jika ditemukan pada stadium dini, sebelum kanker tersebut menyebar. Jika tidak, sangat sulit untuk menyembuhkannya. Bagaimana pun, kanker ini dapat dirawat, gejala-gejala dapat dihilangkan atau diringankan, oleh kualitas hidup pasien dapat diperbaiki atau ditingkatkan.

Kanker pancreas dirawat dengan operasi, terapi radiasi, atau kemoterapi. Peneliti-peneliti juga sedang mempelajari terapi biologi untuk melihat apakah ia bermanfaat dalam merawat penyakit tersebut.Adakalanya beberapa metode-metode digunakan dan pasien dirujuk pada dokter-dokter yang berspesialisasi dalam perawatan kanker yang berbeda-beda macamnya.

Operasi mungkin dilakukan untuk mengangkat semua atau sebagian dari pancreas. Adakalanya juga perlu untuk mengangkat sebagian dari lambung, duodenum, dan jaringan-jaringan lain yang berdekatan. Prosedur operasi ini disebut “Whipple”.

Terapi radiasi, atau disebut juga radioterapi, dilakukan dengan menggunakan sinar-sinar berkekuatan tinggi untuk merusak atau menghancurkan sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhan mereka. Radiasi biasanya diberikan lima hari sampai enam minggu.

Selain itu, kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obat untuk membasmi sel-sel kanker. Dokter mungkin menggunakan hanya satu obat atau suatu kombinasi. Kemoterapi mungkin diberikan dengan cara oral melalui mulut atau dengan suntikan ke dalam otot vena. Obat-obat memasuki aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh. Kemoterapi biasanya diberikan dalam siklus; suatu periode perawatan diikuti oleh suatu periode penyembuhan, kemudian periode perawatan lainnya, dan seterusnya.

Efek Samping dari Perawatan Kanker Pankreas

Metode-metode yang digunakan untuk merawat kanker pancreas adalah sangat kuat, kadangkala sangat sulit untuk membatasi efek-efek perawatan sehingga hanya sel-sel kanker yang dibasmi. Itulah sebabnya, perawatan sering menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan.

Efek samping tergantung pada tipe perawatan yang digunakan dan pada bagian tubuh yang sedang dirawat. Operasi untuk kanker pancreas adalah suatu operasi utama. Ketika di rumah sakit, pasien akan memerlukan obat-obat khusus dan mungkin diberikan hanya cairan-cairan. Selama masa penyembuhan dari operasi, diet makanan dan berat badan pasien akan diperiksa secara hati-hati.

Selama terapi radiasi, pasien mungkin menjadi sangat lelah ketika perawatan berlanjut. Istirahat sebanyak mungkin adalah penting. Reaksi-reaksi kulit, seperti kemerahan atau kekeringan pada area yang dirawat sangat umum terjadi. Dalam kondisi ini, perawatan kulit yang baik menjadi penting, namun pasien tidak boleh menggunakan sembarang lotion atau cream pada kulit tanpa pengecekan dengan dokter. Terapi radiasi pada perut bagian atas dapat menyebabkan mual dan muntah. Biasanya perubahan-perubahan diet atau obat-obat dapat meringankan persoalan-persoalan ini.

Selain itu, efek samping dari kemoterapi tergantung pada obat-obat yang diberikan. Sebagai tambahan, setiap orang memiliki reaksi-reaksi yang berbeda-beda. Kemoterapi mempengaruhi sel-sel yang tumbuh dengan cepat, seperti sel-sel yang membentuk darah, sel-sel yang melapisi saluran pencernaan, dan sel-sel yang berada di kulit dan rambut. Sebagai akibatnya, pasien-pasien dapat mempunyai efek-efek samping, seperti pertahanan terhadap infeksi yang lebih rendah, kurang tenaga, kehilangan nafsu makan, mual, muntah atau sariawan-sariawan di mulut.

Dalam proses perawatan ini, pasien-pasien mungkin juga kehilangan rambutnya, dan juga kehilangan berat badan bahkan menjadi suatu yang lebih serius untuk pasien-pasien yang sedang dirawat untuk kanker pancreas. Peneliti-peneliti belajar bahwa pasien-pasien yang diberi nutrisi yang baik biasanya merasa lebih baik dan mungkin lebih mampu menahan efek samping perawatan mereka.

Oleh karenannya, nutrisi adalah suatu bagian yang penting dari rencana perawatan, dan dokter-dokter mungkin mempunyai sejumlah saran-saran untuk membantu pasien-pasien mereka mendapatkan cukup kalori dan protein. Pada banyak kasus, pasien merasa lebih baik jika mereka mengonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah-jumlah yang sangat kecil. Banyak pasien menemukan bahwa makan beberapa makanan dan camilan lebih mudah daripada makan dalam porsi banyak tiga kali sehari.

Posted in Kanker Pankreas | Tagged , , | Leave a comment

Gejala Kanker Pankreas

Kanker pancreas telah disebut termasuk suatu penyakit yang diam karena kanker pancreas dini biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala. Jika tumor menghalangi saluran empedu umum, empedu tidak dapat masuk ke dalam system pencernaan, kulit dan putih-putih mata mungkin menjadi kuning, tidak itu saja, urin penderita akan berwarna gelap, kondisi ini disebut jaundice.

Ketika kanker tumbuh dan menyebar, sakit sering berkembang pada perut bagian atas dan adakalanya menyebar ke belakang punggung. Sakit atau nyeri mungkin memburuk setelah seseorang makan atau berbaring. Kanker pancreas dapat juga menyebabkan mual, kehilangan nafsu makan, kehilangan berat badan,dan kelemahan.

Kanker pankreas

Suatu tipe yang jarang dari kanker pancreas disebut kanker sel pulau yang sangat kecil (islet cell cancer), mulai pada sel-sel pancreas yang menghasilkan insulin dan hormone-hormon lain. Kanker sel-sel islet dapat menyebabkan pancreas menghasilkan terlalu banyak insulin atau hormone-hormon. Ketika hal ini terjadi, penderita mungkin akan merasakan lemah atau pusing dan menderita kedinginan dan menggigil, kejang-kejang otot, atau diare.

Gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh kanker atau oleh persoalan-persoalan lain yang kurang serius. Jika seorang individu mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah mendatangi seorang dokter untuk dikonsultasikan

Cara Mendiagnosis Kanker Pankreas

Untuk mendiagnosis kanker pancreas, dokter melakukan suatu pemeriksaan fisik yang komplit dan menanyakan sejarah medis pasien dan keluarga. Kemudian melakukan pemeriksaan tanda-tanda kesehatan secara umum, baik temperature, nadi, tekanan darah, dan seterusnya. Dokter biasanya memerintahkan tes-tes darah, urin dan tinja. Selain itu, dokter mungkin juga meminta suatu rangkaian menelan barium atau rangkaian saluran pencernaan bagian atas (upper GI). Untuk tes ini, pasien meminum suatu larutan barium sebelum sinar X dari system pencernaan bagain atas diambil. Barium menunjukkan bagan pancreas pada sinar X.

Langkah lebih jauh seorang dokter akan memerintahkan tes-tes lain seperti :

1. Suatu angiogram, yaitu suatu sinar X khusus dari pembuluh-pembuluh darah.

2. CT Scan, yaitu sinar X yang memberikan gambar-gambar mendetail dari potongan melintang pancreas. Gambar-gambar ini diciptakan oleh suatu computer.

3. Transabdominal ultrasound utuk melihat pancreas

4. ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatogram), yaitu suatu sinar X khusus dari saluran empedu umum

5. Endoscopic ultrasound adalah suatu prosedur yang relative baru yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kanker pancreas

6. Ultrasound probe yang memindai pancreas untuk kanker-kanker, ultrasound probe lebih dekat pada pancreas daripada dengan transabdominal ultrasound. Cara ini dapat mengidentifikasi kanker-kanker kecil dalam pancreas. Kanker-kanker juga dapat dibiopsi melalui endoskopi. Biopsy adalah salah satu cara yang efektif dilakukan agar dokter mengetahui apakah terdapat kanker. Pada suatu tindakan biopsy, dokter mengangkat beberapa jaringan-jaringan pancreas. Jaringan-jaringan tersebut diperiksa di bawah mikroskop oleh seorang ahli patologi, yang memeriksa sel-sel kanker.

Posted in Kanker Pankreas | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kanker Pankreas dan Penyebabnya

Pankreas adalah suatu organ berbentuk tabung yang seperti bunga karang atau spons kira-kira 6 inci panjangnya. Pancreas berlokasi di belakang perut tepat nya dibelakang lambung. Kepala pancreas ada dikanan perut dan dihubungkan pada usus dua belas jari (duodenum) dan bagian atas dari usus kecil. Ujung yang sempit dari pancreas disebut buntut, memanjang kebagian kiri tubuh.

Pankreas membuat getah-getah pancreas dan hormone-hormon termasuk insulin. Getah-getah pancreas, juga disebut enzim-enzim yang membantu mencerna makanan dalam usus kecil. Insulin mengontrol jumlah gula dalam darah. Kedua enzim-enzim dan hormon-hormon tersebut diperlukan untuk mempertahankan tubuh agar mampu bekerja dengan benar.

Sistem Pankreas

Ketika getah-getah pancreas dibuat, getah-getah tersebut mengalir ke dalam saluran utama pancreas. Saluran ini bergabung dengan saluran empedu umum (common bile duct), yang membawa empedu (suatu cairan yang membantu mencerna lemak), menyambung ke usus kecil dekat lambung.

Kanker yang awali pada pancreas disebut kanker pancreas menyebar, biasanya berjalan melalui system limpatis. Sistem limpatis mencakup suatu jaringan dari saluran-saluran halus yang bercabang, seperti pembuluh-pembuluh darah, ke dalam jaringan-jaringan di seluruh tubuh. Sel-sel kanker dibawa melalui pembuluh-pembuluh oleh getah bening, yaitu suatu cairan air yang tidak berwarna yang membawa sel-sel yang melawan infeksi. Ahli-ahli bedah sering mengangkat nodul-nodul getah bening dekat pancreas untuk mempelajari apakah mereka mengandung sel-sel kanker.

Kanker Pankreas

Faktor-faktor Penyebab Kanker Pankreas

 Meskipun ilmuwan-ilmuwan tidak mengetahui secara tepat penyebab kanker pancreas, mereka mempelajari bahwa ada sesuatu yang meningkatkan kesempatan seseorang untuk menderita penyakit ini. Merokok adalah suatu faktor resiko utama. Penelitian menunjukkan bahwa perokok-perokok mengembangkan kanker pancreas dua sampai tiga kali lebih sering daripada yang bukan perokok. Berhenti merokok mengurangi resiko kanker pancreas, kanker paru-paru dan sejumlah penyakit-penyakit lainnya.

Posted in Kanker Pankreas | Tagged , , , | Leave a comment