Stadium Kanker Pankreas

Kanker pankreas sebenarnya merupakan jenis kanker yang jarang. The American Cancer Society memperkirakan, penyakit itu terdiagnosis pada 230.000 orang per tahun di seluruh dunia, 37.000 kasus di antaranya terjadi di Amerika Serikat.

Pankreas berfungsi memproduksi getah pankreas yang mengandung enzim tripsin, amilase, dan lipase untuk membantu memecah protein, karbohidrat dan lemak dari makanan. Getah ini dialirkan ke usus dua belas jari. Pankreas juga menghasilkan insulin serta sejumlah hormon yang membantu tubuh dalam menggunakan dan menyimpan energi dari makanan.

Adapun tumor adalah pertumbuhan tak terkontrol dari sel pada organ terkait. Tumor pada pankreas ada yang jinak (kista) dan ada yang ganas (kanker). Tumor jinak biasanya tidak membahayakan jiwa, dapat dioperasi dan dibuang, tidak menyebar (metastasis) ke bagian lain tubuh. Adapun kanker bisa berbahaya bagi jiwa, dapat dibuang, tetapi biasanya tumbuh lagi, menginvasi dan merusak jaringan organ tubuh di sekitarnya, serta menyebar ke bagian lain tubuh. Selain itu, juga menyebabkan penimbunan cairan di rongga perut (ascites).

Pada awal pertumbuhan kanker pankreas biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Karena itu, penyakit tersebut sering disebut ”pembunuh diam-diam”. Biasanya, demikian Aru, gejala dirasakan setelah stadium lanjut, yaitu stadium III atau IV. Antara lain, warna kuning (jaundice), baik pada kulit, bola mata, tinja, maupun air kencing. Gejala lain, nyeri di ulu hati, hal ini sering menyebab- kan kanker makin terlambat diatasi karena semula dikira radang lambung (mag). Mual, muntah, lesu, mudah lelah, kehilangan nafsu makan, dan berat badan turun merupakan gejala umum yang menandai kanker tersebut.

1. Sakit perut adalah salah satu gejala dari kanker pankreas stadium awal, sering dijumpai pada kanker bagian tubuh pankreas dan kanker ekor pankreas, terletak pada bagian atas rongga perut, seputar pusar atau perut bagian kanan atas, sakitnya melilit, pada saat duduk berbaring atau malam hari rasa sakit akan bertambah, bila duduk, berdiri dan badan miring ke depan atau berjalan rasa sakitnya bisa berkurang.

2. Kurang lebih 90% dari jumlah pasien mengalami penurunan berat badan dengan cepat dan nyata.

3. Pada suatu tahap tertentu dalam proses perkembangan penyakit akan dijumpai adanya penyakit kuning, pada umumnya sebagian besar penyakit kuning dijumpai pada kanker kepala pankreas dan muncul dimasa awal, tumor yang hanya terdapat pada tubuh dan ekor pankreas kebanyakan tidak dijumpai penyakit kuning. Penyakit kuning kebanyakan bersifat obstruktif, prosesnya bersifat semakin berat, disertai dengan gejala kulit gatal dan gejala lainnya.

4. Sering terjadi lemas dan kehilangan nafsu makan, disertai dengan diare, sembelit, kembung, mual dan gejala gastrointestinal lainnya, sebagian pasien timbul gejala diare lemak dan kadar gula tinggi, kencing manis.

Stadium I, jika tumor baru di pankreas. Stadium II, jika tumor sudah menginvasi jaringan di sekitarnya, tetapi bukan pembuluh darah, serta menyebar ke kelenjar getah bening. Stadium III, tumor sudah menginvasi pembuluh darah di dekat pankreas. Adapun stadium IV, jika kanker sudah menyebar ke organ tubuh relatif jauh, misalnya hati atau paru.

Pemeriksaan dilakukan lewat tes darah dan laboratorium, pemeriksaan fisik, CT scan, ultrasonografi, endoskopi, MRI, serta biopsi (pengambilan jaringan dengan jarum halus).


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Pankreas and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.